Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wahyu Pancasila

SEMAR MBANGUN KAHYANGAN

Gambar
Hampir semua dalang wayang pernah membawakan lakon ini, "Semar mBangun Kahyangan". Meski dengan langgam dan improvisasi yang berbeda namun pada prinsipnya inti cerita sama. Saya sendiri pernah secara langsung menyaksikan lakon ini dibawakan oleh beberapa dalang, seperti Ki Dalang Basuki Hendro Prayitno dari Ambal, Ki Hadi Sugito, Ki Mantep Sudarsono juga Ki Anom Suroto dan sebagainya. Sepuluh tahun lebih saya tinggal di Solo, sejak masuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret tahun 1996, dunia pewayangan tentu bukan hal asing bagi saya. Dulu, hampir sebulan sekali saya menyaksikan pegelaran wayang di Gedung TBS (Taman Budaya Surakarta), dekat kost saya. Secara pribadi, saya juga acapkali ngobrol dengan para calon dalang dan sinden yang kuliah di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia), yang kampusnya bersebelahan dengan kampus saya. Dan kini, saya turut menjadi salah satu pengurus PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) Kabupaten Kebumen. Secara rutin, selapan h...

Lahirnya Pancasila Bukan Tanggal 1 Juni

Gambar
Jakarta- (1/6/2017) Benarkah Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni ? Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan Pancasila lahir tanggal 18 Agustus 1945. "Bahwa hari lahirnya Pancasila bukanlah tanggal 1 Juni, tetapi tanggal 18 Agustus ketika rumusan final disepakati dan disahkan," kata Yusril dalam rilis yang diterima ANTARA News, Jakarta, Rabu. Pidato Sukarno tanggal 1 Juni, lanjut Yusril, barulah masukan, seperti masukan dari tokoh-tokoh lain baik dari golongan kebangsaan maupun dari golongan Islam. "Jika membandingkan usulan Sukarno tanggal 1 Juni 1945 dengan yang ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945, cukup mengandung perbedaan fundamental," kata Yusril. Sila Ketuhanan saja, kata Yusril, diletakkan Sukarno sebagai sila terakhir. "Tetapi rumusan final justru menempatkannya pada sila pertama. Sukarno mengatakan bahwa Pancasila dapat diperas menjadi Trisila, dan Trisila dapat diperas lagi menjadi Ekasila yakni gotong-royong. Sementara rum...